Senin, 27 Februari 2012

 KANCIL DAN SIPUT
Pada suatu hari si kancil nampak ngantuk sekali. Matanya serasa berat sekali untuk dibuka. “Aaa....rrrrgh”, si kancil nampak sesekali menguap. Karena hari itu cukup cerah, si kancil merasa rugi jika menyia-nyiakannya. Ia mulai berjalan-jalan menelusuri hutan untuk mengusir rasa kantuknya. Sampai di atas sebuah bukit, si Kancil berteriak dengan sombongnya, “Wahai penduduk hutan, akulah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar di hutan ini. Tidak ada yang bisa menandingi kecerdasan dan kepintaranku”.
Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.
Siput“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.
Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.
Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.
Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!”
Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.
Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.
Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.

[Dongeng] Kancil dan Harimau

1319207147881224089
Cuaca siang itu cukup panas membuat Kancil kehausan. Beruntung Kancil menemukan sungai kecil di tepi hutan. Kancil segera meminum air sungai.
“Ah…segarnya”, kata Kancil merasa nikmatnya air sungai yang masih jernih itu. Kancil pun lantas berkali-kali meminum air sungai sampai perutnya kembung.
Kancil tidak menyadari kalau Harimau memperhatikannya dari balik semak belukar sejak dari tadi.
“Makanan sedap di depan mata”, batin Harimau sambil bersiap hendak menerjang Kancil. Begitu Kancil tampak lengah, Harimau langsung menerjangnya.
Beruntung, Kancil sempat melihat bayangan Harimau di air sungai sehingga bisa menghindar terjangannya. Hariamau yang tampak kelaparan langsung menyerang Kancil dengan membabi buta. Kancil hanya berusaha menghindar mati-matian. Dalam suatu serangan, Harimau bisa membuat Kancil terdesak pada sebatang pohon. Tapi Kancil berusaha tenang dan tidak panik.
“Tunggu, kamu lihat sungai kecil itu”, kata Kancil sambil menujuk sungai kecil, tempatnya minum tadi. Harimau mengangguk.
“Tadi sewaktu aku sedang minum air sungai itu, aku melihat ada Harimau selain kamu”, kata Kancil.
“Kamu pasti bohong”, sahut Harimau tidak percaya.
“Kalau kamu tidak percaya, aku akan tunjukkan kepadamu”, kata Kancil sambil melangkah ke tepi sungai diikuti Harimau. Sampai di tepi sungai,
“Lihat, ada Harimau lain selain kamu kan”, kata Kancil sambil menunjuk bayangan Harimau di tepi sungai. Harimau yang tidak tahu kalau itu bayangannya sendiri merasa marah. Tanpa pikir panjang, Harimau langsung menyerangnya.
Akibatnya, Harimau masuk ke dalam sungai. Beruntung, sungai itu dangkal. Sehingga Harimau bisa menyelamatkan diri kembali ke tepi sungainya. Di tepi sungai, Harimau segera mencari Kancil. Tapi Kancil sudah pergi menjauh dari situ. Harimau tampak kesal dan marah dibohongi Kancil.
“Lain kali, aku tidak mau dibohongi Kancil lagi”, janji Harimau dalam hati.
Pada suatu kesempatan, Harimau yang baru saja menyantap seekor rusa tiba-tiba melihat Kancil sedang berjalan santai di tepi hutan. Harimau membuntutinya. Tahu ada yang membuntutinya, Kancil segera berlari kencang. Tak mau kehilangan jejak Kancil, Harimau segera mengejarnya. Terjadilah kejar mengejar yang seru antara Kancil dengan Harimau.
Tanpa disadari, keduanya sampai di padang tandus nan gersang. Di pucuk-pucuk pohon, banyak burung gagak tampak bergerombol mencari mangsa. Kancil yang menyadari ada banyak burung gagak langsung pura-pura mati. Harimau mendekati Kancil yang sedang berpura-pura mati itu.
“Kamu sedang apa, Cil?”, tanya Harimau.
“Aku pura-pura mati untuk membohongi gerombolan burung gagak yang ada disini”, jawab Kancil pelan.
“Aku tidak akan tertipu lagi oleh ulahmu, Cil”, sahut Harimau yang langsung mengaum sekeras-kerasnya.
Harimau tidak menyadari kalau aumannya itu mengundang gerombolan burung gagak turun dari pucuk pohon. Rupanya, mereka mencium bau daging rusa dari mulut Harimau. Harimau tampak kaget melihat gerombolan burung gagak mengerubutinya. Harimau bertambah kaget lagi ketika gerombolan burung gagak menyerangnya. Harimau berusaha mati-matian mempertahankan diri. Tapi gerombolan burung gagak itu seakan tidak ada habisnya. Harimau yang sudah kelelahan mempertahankan diri akhirnya menjadi makanan empuk mereka.
Selesai memakan Harimau, gerombolan burung gagak yang kekenyangan langsung pergi meninggalkan padang tandus nan gersang. Mereka melupakan Kancil yang juga berada disitu. Setelah mereka pergi, Kancil yang semula berpura-pura mati segera bangun. Kancil mendekati tubuh Harimau yang terbujur kaku.
“Harimau, maafkan aku”, kata Kancil yang bergegas meninggalkan padang tandus nan gersang itu.

0 komentar:

Posting Komentar